TTenggarong Pesona
Kuliner Khas Tenggarong (amplang, gence ruan, pisang goreng kutai)

Oleh-Oleh Tenggarong: Amplang, Gence Ruan, dan Pisang Goreng Kutai

Jelajah oleh-oleh khas Tenggarong, Kutai Kartanegara: amplang ikan, gence ruan, dan pisang goreng Kutai yang legit. Panduan camilan wajib pulang.

Oleh-Oleh Tenggarong: Amplang, Gence Ruan, dan Pisang Goreng Kutai

Hal Penting

  • Tenggarong adalah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
  • Amplang adalah kerupuk ikan khas Kalimantan Timur yang digoreng renyah dan sering jadi oleh-oleh utama dari Tenggarong.
  • Gence Ruan adalah camilan berbahan pisang dan tepung yang digoreng, populer di wilayah Kutai.
  • Pisang goreng Kutai memakai pisang lokal dan biasanya disantap hangat sebagai camilan sore.
  • Pasar dan pusat jajanan di sekitar Tenggarong jadi tempat paling mudah mencari ketiga camilan ini.

Amplang, Kerupuk Ikan yang Jadi Wajah Oleh-Oleh Tenggarong

Begitu turun dari kapal atau mobil di pelabuhan Tenggarong, bau gorengan langsung menyergap dari deretan kios di sekitar Pasar Seni. Amplang yang masih hangat ditumpuk dalam plastik bening, warnanya kuning keemasan, dan bunyi kriuknya terdengar sampai seberang jalan. Camilan ini bukan hal baru bagi warga Kutai Kartanegara. Amplang dibuat dari ikan tenggiri atau ikan gabus yang dihaluskan, dicampur tepung tapioka, bawang putih, dan sedikit gula, lalu dibentuk lonjong kecil dan digoreng dua kali agar mengembang. Rasanya gurih, sedikit manis, dan teksturnya padat tapi rapuh. Yang membuat amplang Tenggarong berbeda dari amplang daerah lain adalah ukurannya yang lebih besar dan bumbunya yang tidak terlalu asin. Di sepanjang Jalan Diponegoro dan kawasan wisata Pulau Kumala, banyak toko menjual amplang dalam kemasan plastik dan kaleng. Harganya relatif terjangkau, mulai dari puluhan ribu rupiah per bungkus, tergantung ukuran dan jenis ikan. Amplang tahan beberapa minggu jika disimpan rapat, jadi cocok dibawa pulang ke luar Kalimantan. Beberapa penjual bahkan menyediakan varian pedas dan original dalam satu paket.

Gence Ruan, Camilan Legit dari Dapur Warga Kutai

Nama gence ruan mungkin asing bagi pendatang, tapi warga Tenggarong akrab betul dengan camilan ini. Gence ruan dibuat dari pisang kepok atau pisang raja yang dihaluskan, dicampur tepung beras, gula merah, dan sedikit garam, lalu digoreng sampai kecokelatan. Bentuknya bulat pipih, kadang lonjong, dengan permukaan sedikit retak karena gula merah yang meleleh saat digoreng. Rasanya manis legit, teksturnya kenyal di dalam dan sedikit renyah di luar. Gence ruan sering muncul di warung kopi tradisional dan pasar pagi. Warga biasa menyantapnya bersama kopi tubruk atau teh manis hangat. Camilan ini juga kerap hadir saat acara syukuran, arisan, dan pertemuan keluarga. Bagi wisatawan, gence ruan adalah pilihan oleh-oleh yang lebih jarang ditemukan di kota lain. Karena dibuat dari bahan segar tanpa pengawet, gence ruan sebaiknya dimakan dalam satu sampai dua hari. Jika ingin membawa pulang, cari yang dikemas dalam kertas minyak atau wadah tertutup agar tidak melempem. Beberapa penjual di sekitar Pasar Kedaton dan Jalan Cut Nyak Dien menjualnya dalam jumlah besar dengan harga per bungkus yang ramah kantong.

Pisang Goreng Kutai, Camilan Sore yang Tak Pernah Sepi

Menjelang sore, deretan gerobak pisang goreng mulai bermunculan di sudut-sudut Tenggarong. Pisang goreng Kutai memakai pisang lokal yang matang pohon, dibalur adonan tepung beras dan sedikit tepung terigu, lalu digoreng dalam minyak panas sampai kuning kecokelatan. Yang membedakan dari pisang goreng daerah lain adalah adonannya yang tipis dan tidak terlalu manis, sehingga rasa pisangnya lebih dominan. Ada juga versi yang ditaburi gula pasir halus atau disiram susu kental manis. Pisang goreng Kutai paling nikmat disantap hangat, ditemani kopi atau es teh. Harganya murah, biasanya dijual per biji atau per bungkus kecil. Di sekitar Taman Kota Tenggarong dan area Pasar Seni, pisang goreng menjadi teman santai sore sambil melihat aktivitas warga. Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang, pisang goreng kurang cocok untuk perjalanan jauh karena cepat melembek. Lebih baik menikmatinya di tempat, lalu membeli amplang dan gence ruan sebagai oleh-oleh tahan lama. Kombinasi ketiganya menggambarkan dapur Tenggarong: sederhana, akrab, dan kaya rasa.

Tanya Jawab Singkat

Apa saja oleh-oleh khas Tenggarong?

Amplang, gence ruan, dan pisang goreng Kutai adalah tiga camilan yang paling sering dicari wisatawan saat berkunjung ke Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Di mana bisa membeli amplang di Tenggarong?

Amplang banyak dijual di sekitar Pasar Seni, Jalan Diponegoro, dan kawasan wisata Pulau Kumala. Harganya relatif terjangkau dan tersedia dalam berbagai ukuran kemasan.

Apakah gence ruan tahan lama?

Tidak. Gence ruan dibuat dari bahan segar tanpa pengawet, jadi sebaiknya dimakan dalam satu sampai dua hari. Simpan dalam wadah tertutup agar tidak melempem.

Kapan waktu terbaik menikmati pisang goreng Kutai?

Sore hari, saat gerobak pisang goreng mulai berjualan di sekitar Taman Kota dan Pasar Seni. Paling nikmat disantap hangat bersama kopi atau teh.